Sejarah Singkat Amigo Group Periode 1976 - 2015

Episode Perjuangan 1976 – 1985

  • 14 Nopember 1976

    Pembukaan Bimbo

    Pembukaan Bimbo

    Minggu, 14 Nopember 1976 dibuka Toko Sepatu Bimbo, berlokasi di dekat terminal bus Delanggu dengan luas kios 24,5 m2 dan diurus oleh dua orang karyawan. Sederhana dan sangat terbatas.

  • 3 Juni 1979

    Pembukaan Granada

    Pembukaan Granada

    Minggu, 3 Juni 1979 dibuka toko kedua dengan nama Toko Busana dan Sepatu Granada, berlokasi tak jauh dengan Toko Sepatu Bimbo. Luas kios sekitar 75 m2 dan diurus oleh empat orang karyawan karena area toko yang lebih luas.

  • 31 Agustus 1980

    Toko Abadi Klaten Tutup

    Toko Abadi Klaten Tutup

    Tanggal 31 Agustus 1980, bengkel sepeda Abadi Klaten, milik keluarga harus ditutup dengan merayakan perpisahan dalam bentuk wisata ke luar kota dan memberi pesangon yang layak kepada seluruh karyawannya.

  • November 1981

    Berbenah

    Berbenah

    Akhir Nopember 1980, terjadi kerusuhan rasial yang berdampak pada toko Bimbo dan Granada yang rusak karena lemparan batu massa. Semangat untuk tetap memberi pekerjaan kepada karyawan membuat semua bergerak cepat dan kedua toko ini segera dibuka kembali.

  • 1982

    Cikal Bakal Amigo Award

    Cikal Bakal Amigo Award

    Berawal dari harapan memberi  penghargaan  kepada karyawan  yang berprestasi,  dibentuk  acara sederhana  berupa makan bersama,  permainan dan  pemberian  hadiah-hadiah.  Acara sederhana yang diadakan  di Granada pada tahun  1982 itulah yang  menjadi asal muasal acara Amigo Award.

  • 1985

    Kegiatan Budaya Pertama

    Kegiatan Budaya Pertama

    Menyadari kejenuhan bekerja yang menuntut karyawan bekerja fulltime tanpa sistem shift dan hanya libur dua kali sebulan,  diadakan kegiatan  ekstra karyawan berupa latihan musik kolintang. Kegiatan ini tampak bagus dan dilakukan di tiga toko yang sudah ada.

Episode Perjuangan 1987 - 1994

  • 1 Januari 1987

    Pembukaan DInasti

    Pembukaan DInasti

    Kamis, 1 Januari 1987 dibuka toko keempat dengan nama Toko Dinasti, berlokasi di dekat Candi Prambanan. Karena sempitnya area, diputuskan bahwa toko ini hanya menjual busana saja dan dikelola oleh 7 orang karyawan.

  • 1 Desember 1989

    Pembukaan Amigo Pedan

    Pembukaan Amigo Pedan

    Jumat, 1 Desember 1989 dibuka toko kelima  dengan nama Toko Amigo Pedan yang berlokasi di pusat kota kecamatan Pedan. Dikelola oleh 7 orang karyawan dengan luas satu kios, hanya menjual busana saja.

  • 1990

    Berbenah kembali

    Berbenah kembali

    Tahun 1990, terjadi kesalahan strategi promosi yang mengakibatkan kerugian yang  terus terjadi selama dua tahun.  Namun reputasi dan komitmen yang harus  dijaga demi kepuasan pelanggan, promosi tetap harus diselesaikan sampai batas waktu  yang sudah ditentukan.

  • 1991

    Karnaval Kemerdekaan RI

    Karnaval Kemerdekaan RI

    Dalam perayaan hari jadi kemerdekaan RI di Klaten, Amigo turut serta dalam karnaval dengan mengirim satu pasukan kecil. Melihat antusiasme masyarakat sangat bagus, mengikuti karnaval  menjadi agenda rutin  sampai saat ini untuk  menanamkan kesan yang kuat di masyarakat. Tak hanya di Klaten,  saat ini Amigo Group  selalu tampil  dalam karnaval di Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar dan Gunungkidul.

  • 3 Desember 1993

    Pembukaan Amigo Sukoharjo

    Pembukaan Amigo Sukoharjo

    Jumat, 3 Desember 1993, toko Amigo Sukoharjo  yang terletak  di pusat kota Sukoharjo  resmi dibuka dengan pertunjukan wayang kulit oleh Ki Warseno Slank. Toko keenam ini dikelola oleh 22 karyawan pada awal dibukanya.

  • 1994

    Unidan Berhadiah Pertama

    Unidan Berhadiah Pertama

    Tahun 1994, berdiri sebuah department store besar di pusat kota Klaten berhadapan dengan Toko Amigo Klaten membuka kreativitas lebih berani dengan menyelenggarakan undian berhadiah yang dilaksanakan selepas Hari Raya Idul Fitri.

Episode Perjuangan 1995 - 2001

  • 1995

    Modernisasi Organisasi

    Modernisasi Organisasi

    Tahun 1995, Modernisasi sistem informasi, outbond training karyawan. Kemajuan dan tuntutan jaman terus memaksa  adanya perubahan. Keputusan beralih dari sistem manual ke sistem informasi yang lebih modern dimulai dengan bantuan seorang dosen di UGM kala itu. Sampai saat ini pengembangan teknologi informasi masih terus dikembangkan.

  • 1996

    Pembukaan Amigo Boyolali

    Pembukaan Amigo Boyolali

    Jumat 6 Desember 1996, toko ketujuh dengan nama Toko Amigo Boyolali yang terletak di jalan raya Solo – Semarang, Boyolali resmi dibuka. Dipercayakan kepada 31 karyawan, pembukaan toko ini ditandai dengan penampilan fragmen ketoprak Mataram bersama Didik Nini Thowok dan rekan-rekannya.

  • 1997

    Rukun Rumaket Pertama

    Rukun Rumaket Pertama

    Kegemaran pemilik perusahaan pada seni ketoprak terus  ditingkatkan dengan tujuan agar seluruh karyawannya mencintai akar budaya Jawa. Ditambah keinginan untuk mempererat ikatan silaturahmi antar karyawan dan keluarganya, diadakan acara Rukun Rumaket pertama kali di gedung  RSPD Klaten. Ketoprak dengan lakon “Pangeran Diponegoro” yang mengikutsertakan pemilik Amigo Group dengan peran sebagai pembantu.

  • 1998

    Kejadian Penjarahan

    Kejadian Penjarahan

    Reformasi yang berujung rusuh pada tahun 1998 memberi dampak besar bagi Amigo Group. Toko Bimbo Delanggu harus rela dijadikan sasaran  penjarahan massa  dimana barangnya dikeluarkan dan sebagian dibakar.

  • Feb 2000

    Kebakaran Bimbo

    Kebakaran Bimbo

    Tak henti cobaan terjadi, pada 18 Februari 2000, lagi-lagi toko Bimbo Delanggu terbakar habis karena hubungan arus pendek. Tetap bersyukur, tak ada korban jiwa dalam tragedi ini, dan api tidak turut melalap bangunan disekelilingnya.
    Pembangunan kembali berhasil membuka kembali Toko Bimbo Delanggu pada 2 September 2000 dengan pertunjukan pentas ketoprak di Lapangan Delanggu.

  • Jun 2001

    Permulaan Strategic Planning

    Permulaan Strategic Planning

    Perusahaan yang maju harus memiliki strategi dalam bersaing. Amigo Group melakukan meeting penentuan strategi kerja dengan sebutan ‘Strategic Planning’ untuk pertama kalinya pada tahun 2001 dan masih berlangsung sampai saat ini.

Episode Perjuangan 2004 - 2015

  • Oct 2004

    Pembukaan Amigo Wonosari

    Pembukaan Amigo Wonosari

    Jumat 1 Oktober 2004, Toko Amigo Wonosari, toko kedelapan dibuka di Wonosari, Gunungkidul. Dibangun dengan konsep yang berbeda, sebagai fashion and shoes retail yang dilengkapi dengan minimarket dan cafe. Dibuka dengan pertunjukan ketoprak yang diperankan oleh karyawan dengan lakon “Mangkubumi Wisuda” di lapangan Kodim Wonosari dan dihadiri oleh GBPH Joyokusumo (Alm.) dan bupati Gunungkidul yang menjabat saat itu.

  • Jan 2008

    Pembukaan Distro Kameraad

    Pembukaan Distro Kameraad

    Melihat peluang besar mengenai bisnis yang lebih spesifik di Wonosari, Gunungkidul, Amigo Group membuka sebuah toko Distro Kameraad yang berbaur dengan mainan anak-anak dan counter handphone di lantai 2 Amigo Wonosari. Renovasi mengembangkan gedung dilakukan untuk dua toko yang paling membutuhkan, yakni  Amigo Pedan dan Amigo Klaten. Keduanya berjalan lancar dan berhasil mengubah toko menjadi lebih luas.

  • Aug 7, 2009

    Pembukaan Amigo Karanganyar

    Pembukaan Amigo Karanganyar

    Jumat, 7 Agustus 2009 dibuka toko kesembilan dengan nama Toko Amigo Karanganyar yang terletak di pusat kota. Amigo Karanganyar dikelola oleh 40 orang karyawan, pembukaan toko ini dimeriahkan oleh Matta Band dan gelar kirab budaya yang menampilkan berbagai macam seni tradisi budaya Jawa.

  • Apr 2014

    Renovasi Amigo Boyolali

    Renovasi Amigo Boyolali

    Memenuhi kebutuhan pelanggan untuk memiliki area parkir yang luas, Amigo Boyolali direnovasi pada tahun 2014, sekaligus melengkapi bangunannya dengan unit usaha pelengkap berupa cafe, minimarket, arena bermain anak dan distro, dengan disertai eskalator.

  • May 2015

    Training Karyawan

    Training Karyawan

    Menyadari tidak seluruh karyawan bisa selamanya bergabung dengan Amigo Group, pemilik bersama jajaran manajemen di Amigo Group sepakat melakukan pengkaderan dengan mempersiapkan calon pemimpin sejak jauh hari. Mengandalkan training berkelanjutan yang mengajarkan ilmu-ilmu yang lebih implementatif dengan masa training selama dua tahun.